Rabu, Oktober 28, 2020

Lima Fakta Kekalahan Besar Liverpool Atas Aston Villa

Potlot.id — Liga Inggris memang unik. Nggak seperti liga-liga top lain di Eropa, klub-klub semenjana di liga tertua tersebut masih memiliki kesempatan untuk berbicara banyak ketika menghadapi tim-tim papan atas di negeri Elisabeth itu.

Berbicara klub semenjana, rasa-rasanya hampir semua fans Liga Inggris sepakat jika Aston Villa itu salah satu tim papan bawah yang setiap tahunnya selalu berjuang menghindari jurang degradasi. Tak jarang pula, Aston Villa menjadi lumbung gol bagi klub-klub lain, bahkan dengan tim yang sejajar dengannya.

Tapi, ada yang berbeda dengan Aston Villa pada Senin (5/10/20) dini hari. Menjamu juara bertahan Liverpool di Villa Park pada pekan ke-4 lanjutan Liga Inggris, Aston Villa sama sekali tak menunjukkan bahwa mereka takut. Malahan, tak tanggung-tanggung, skuad yang dinahkodai Dean Smith itu berhasil mencukur The Red Liverpool dengan skor yang sangat mencolok, 7-2.

Liverpool unggul statistik

Secara itung-itungan statistik, Liverpool jelas unggul jauh atas Aston Villa. Mereka berhasil menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola sampai 70 persen, berbanding 30 persen milik Aston Villa. Namun, angka itu sama sekali tak bisa menyelamatkan Liverpool dari kekalahan yang cukup telak itu.

Dengan penguasaan bola hanya sebesar 30 persen saja, Aston Villa mampu membukukan 18 kali tendangan ke arah gawang dengan 11 di antaranya tepat sasaran. Dari 11 tendangan tepat sasaran itu, 7 di antaranya sukses bersarang di gawang Liverpool. Ollie Watskin menjadi bintang Aston Villa dengan 3 gol dan 1 assistnya.

Di sisi lain, Liverpool justru tidak bisa memaksimalkan peluang yang mereka miliki. Meskipun mereka mampu menguasai jalannya pertandingan, tapi, mereka sangat kesulitan menembus lini pertahanan Aston Villa. Pasukan Juergen Klopp itu hanya mampu mendulang 14 tendangan ke arah gawang dengan 7 di antaranya tepat sasaran.

Menurut catatan Opta Joe, kekalahan dari Aston Villa ini juga membuat Liverpool merasakan rekor yang tak pernah mereka rasakan lagi sejak tahun 1963 silam. Sejak saat itu The Reds tak pernah kebobolan 7 gol sekaligus dalam sebuah laga. Pada tahun 1963 tersebut, Liverpool, yang saat itu ditukangi Bill Shankly, dibantai oleh Tottenham. Skornya pun identik, 7-2.

Ikuti jejak Arsenal

Kekalahan itu membuat The Reds mencatatkan rekor buruk di Liga Inggris. Menurut laporan Opta Joe, Liverpool menjadi juara bertahan pertama yang kebobolan tujuh gol, sejak Arsenal mengalami hal serupa ketika takluk 1-7 dari Sunnderland pada September 1953.

Liverpool yang awalnya diperkirakan bakal menang mudah, justru tampil buruk dalam pertandingan tersebut. Sejak awal babak pertama, telah terlihat tanda-tanda pertandingan kontra Villa akan berakhir pahit untuk The Reds. Dan tanda-tanda itu pun terbukti dengan kekalahan 7-2 di papan skor akhir.

Absennya Allison dan Mane kurangi kekuatan Liverpool

Berbekal kemenangan 3-1 saat menjamu Arsenal di Anfield pada pekan sebelumnya, tampaknya belum bisa menjadi jaminan bahwa Liverpool akan menang mudah di kandang Aston Villa. Alih-alih mempertahankan rekor fantastis musim lalu, Liverpool malah dirundung sejumlah masalah, baik di lini pertahanan maupun di pos penyerangan.

Liverpool yang datang melawat ke Villa Park tanpa membawa kiper andalan mereka Allison Becker, dan juga winger lincah Sadio Mane, terlihat sangat lesu. Bola seperti hanya berputar-putar di wilayah mereka saja. Kehilangan dua pilar andalan itu pun memperlihatkan kepada para penggemar sepak bola, Liverpool seperti kehilangan setengah kekuatannya yang selama ini mereka banggakan.

Roberto Firmino dan Mohamed Salah belum cukup mampu mengobrak-abrik pertahanan Aston Villa. Mereka butuh lebih dari itu.

Rekor apik Emi Martinez

Kiper baru Aston Villa, Emiliano Martinez, baru saja menlanjutkan rekor apiknya kala bersua Liverpool. Pemain yang baru saja diboyong dari Arsenal seharga 20 juta pondsterling itu mampu menjinakkan Liverpool tiga kali. Dua kali bersama The Gunners. Salah satu kemenangan yang diraih Martinez adalah saat mengawal gawang Arsenal di Community Shield.

Bukan kekalahan besar pertama di Villa Park

Ternyata, kekalahan 7-2 Liverpool atas tuan rumah Aston Villa bukanlah kekalahan besar pertama di Villa Park. Pada akhir tahun lalu, Liverpool juga dicukur Aston Villa dengan skor yang cukup mencolok 5 gol tanpa balas di perempat final Piala Liga. Memang, saat itu Liverpool hanya menurunkan pemain lapis dua saja. Tapi, tetap saja, kekalahan 5-0 sangat memalukan bagi klub sebesar Liverpool.(*)

Tinggalkan Balasan

- Advertisment -

POPULER

Salat tapi Pacaran?

Oleh: Ahmad Syarief Potlot.id -- Pacaran, sebuah istilah bagi sepasang anak manusia yang saling mengikat hubungan satu sama lain dengan komitmen sehidup semati. Namun sejak kapan...

Nabi Yunus, Lockdown, dan Doanya

Oleh: Prof. Madya Dr. Abdurrahman Haqqi* Potlot.id -- Jika Anda ditanya, “Siapakah dua orang Rasul yang dinasabkan kepada ibunya?” Nabi Isa AS yang dinasabkan kepada...

Tipe-Tipe Mahasiswa Menyebalkan dari Kaca Mata Dosen

Oleh: Ilham Syahrul Jiwandono Dari banyak tulisan keluhan mahasiswa soal kuliah, kebanyakan meyakini bahwa nilai jelek itu artinya ada andil kesalahan dosen. Hmm. Hape saya berdering, tampak ada pesan wasap masuk dari...

Meneladani Mujahidah Tangguh Zaman Rasulullah

Potlot.id -- Bersungguh-sungguh dalam membela Agama Islam di garda depan bukan monopoli kaum lelaki saja. Di zaman Rasulullah, perempuan-perempuan pun turut mempertaruhkan nyawa di...

Doa Meminta Kemudahan dalam Menjalani Kehidupan

Doa hari ini أللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَانَحْنُ فِيْهِ وَمَا نَطْلُبُـهُ وَنَرْتَجِيْـهِ مِنْ رَحْمَتِكَ فِي أَمْرِنَا كُلِّهِ فَيَسِّرْ لَنَا مَا نَحْنُ فِيْهِ مِنْ سَفَرِنَا وَمَا نَطْلُبُهُ...

Tips Menggoreng Ikan Teri Agar Tidak Keras, Pasti Renyah!

Oleh: Lina Lusiana Potlot.id -- Siapa yang tidak mengenal ikan teri? Tentunya kita semua sudah pada tahu banget dong, ya, Gansist, apa itu ikan teri. Ikan...

Bagaimana Umat Islam Tahu Alqur’an Tidak Berubah?

Oleh: Firas Alkhateeb Potlot.id -- Kebangkitan Eropa dari abad kegelapan menuju masa pencerahan intelektual sejak tahun 1600-an hingga 1800-an adalah salah satu gerakan paling kuat...