Rabu, Oktober 28, 2020

Panen Zaitun di Gaza, Suasana Tradisional dengan Budaya Rakyat

Potlot.idDalam suasana tradisional yang diwariskan secara turun-temurun, anak-anak dan cucu Hajjah Ummu Naseem al-Najjar berkumpul untuk memulai musim panen zaitun di tanah mereka yang terletak di perbatasan kota Khuza’a, sebelah timur Khan Yunis, wilayah Jalur Gaza selatan.

Suasana kegembiraan memenuhi tempat itu meskipun ada ketakutan dan kecemasan yang disebabkan oleh tank-tank penjajah Israel dan kendaraan-kendaraan militernya yang ditempatkan di dekat tempat tersebut. Sehingga meninggalkan perasaan campur aduk antara kegembiraan dan kecemasan.

Pemandangan tradisonal diciptakan oleh Hajjah Ummu Naseem bersama dengan anak-anak dan cucunya di kebun zaitun, yang merupakan sumber mata pencaharian musiman sepanjang tahun, dengan dimulainya musim Zaitun di Jalur Gaza sejak beberapa hari lalu.

Dengan lagu-lagu rakyat dan nyanyian kegembiraan, serta menyiapkan makanan rakyat di atas tungku api, Ummu Naseem memulai harinya memetik zaitun di Gaza. Pohon zaitun telah merangkum kisah cinta orang Palestina pada tanahnya, dan kisah cinta kerinduan untuk tanah yang diairi oleh darah dan dipenuhi dengan jasad ribuan syuhada.

Begitu para pemuda dan keluarga mulai memetik buah zaitun, maka Hajjah Ummu Naseem juga mulai menyiapkan sarapan yang memiliki cita rasa istimewa karena dimasak di atas tungku api.

Hajjah Ummu Naseem mulai menyiapkan adonan di ladangnya sendiri, lalu memulai dengan membuat roti saj yang terkenal dan membuat manakish khas dengan cita rasa murni Palestina.

Para kepala keluarga, para lulusan dari berbagai perguruan tinggi dan spesialisasi, orang tua, anak-anak dan remaja putri selalu menunggu musim panen Zaitun, berharap dapat sedikit memperbaiki keadaan dan kondisi keuangan mereka.

Pada gilirannya, Kementerian Pertanian Palestina menegaskan bahwa area tanaman zaitun yang berbuah di propinsi Jalur Gaza seluas 33.400.000 m2, diperkirakan menghasilkan 23.250 ton buah zaitun, di antaranya sebanyak 6.750 ton buah zaitun untuk diawetkan dan 16.500 ton untuk diperas.

Dalam pernyataannya, Kementerian Pertanian Palestina menyatakan bahwa total produksi minyak zaitun kurang lebih 2.750 ton, menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi buah zaitun per kapita adalah 15 kg, mencakup 3 kg buah zaitun untuk dibuah cuka dan 12 kg buah zaitun untuk menghasilkan 2 kg minyak.

Kementerian Pertanian Palestina menyatakan bahwa musim zaitun yang sedang berlangsung saat ini terjadi di tengah-tengah pandemi Corona serta keadaan darurat di Jalur Gaza, sehingga membutuhkan rencana kementerian untuk membuat musim nasional ini berhasil bagi semua warga Palestina.

Kementerian pertanian menyatakan bahwa tim teknisnya telah memantau para petani di ladang-ladang mereka selama berminggu-minggu. Mereka memantau kesiapan dan persiapan para pemilik pabrik pemerasan zaitun untuk melaksanakan langkah-langkah standar kualitas, perlindungan, keselamatan dan keamanan di dalam pabrik.

Sebelumnya Kementerian Pertanian Palestina telah mengumumkan dimulainya musim panen zaitun dan pengoperasian pabrik untuk musim pertanian 2020/2021 di provinsi selatan Jalur Gaza pada tanggal 7 Oktober ini.

Kementerian Pertanian Palestina menyatakan bahwa pihaknya telah mengembangkan rencana kerja khusus untuk musim zaitun yang berlangsung di tengah-tengah penyebaran virus Covid 19. Rencana ini berdasarkan tiga poin dasar.

Pertama, mengamankan dan memfasilitasi kemudahan akses para petani agar bisa ke tanah mereka untuk memetik tanaman zaitun.

Kedua, memfasilitasi untuk memudahkan pengangkutan hasil panen ke pabrik.

Ketiga, memfasilitasi untuk memudahkan pekerjaan pabrik sesuai dengan syarat dan standar yang berlaku.

Semua itu dilakukan sambil mengambil langkah-langkah keselamatan dan keamanan khusus selama krisis Covid 19.

Musim buah zaitun dimulai dari bulan keenam setiap tahun, hingga masa buah masak di bulan Oktober. Musim zaitun tahun ini tergolong bagus dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya karena produksi yang melimpah. (*)

Sumber: Pusat Info Palestina (Palinfo)

Tinggalkan Balasan

- Advertisment -

POPULER

Salat tapi Pacaran?

Oleh: Ahmad Syarief Potlot.id -- Pacaran, sebuah istilah bagi sepasang anak manusia yang saling mengikat hubungan satu sama lain dengan komitmen sehidup semati. Namun sejak kapan...

Nabi Yunus, Lockdown, dan Doanya

Oleh: Prof. Madya Dr. Abdurrahman Haqqi* Potlot.id -- Jika Anda ditanya, “Siapakah dua orang Rasul yang dinasabkan kepada ibunya?” Nabi Isa AS yang dinasabkan kepada...

Tipe-Tipe Mahasiswa Menyebalkan dari Kaca Mata Dosen

Oleh: Ilham Syahrul Jiwandono Dari banyak tulisan keluhan mahasiswa soal kuliah, kebanyakan meyakini bahwa nilai jelek itu artinya ada andil kesalahan dosen. Hmm. Hape saya berdering, tampak ada pesan wasap masuk dari...

Meneladani Mujahidah Tangguh Zaman Rasulullah

Potlot.id -- Bersungguh-sungguh dalam membela Agama Islam di garda depan bukan monopoli kaum lelaki saja. Di zaman Rasulullah, perempuan-perempuan pun turut mempertaruhkan nyawa di...

Doa Meminta Kemudahan dalam Menjalani Kehidupan

Doa hari ini أللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَانَحْنُ فِيْهِ وَمَا نَطْلُبُـهُ وَنَرْتَجِيْـهِ مِنْ رَحْمَتِكَ فِي أَمْرِنَا كُلِّهِ فَيَسِّرْ لَنَا مَا نَحْنُ فِيْهِ مِنْ سَفَرِنَا وَمَا نَطْلُبُهُ...

Tips Menggoreng Ikan Teri Agar Tidak Keras, Pasti Renyah!

Oleh: Lina Lusiana Potlot.id -- Siapa yang tidak mengenal ikan teri? Tentunya kita semua sudah pada tahu banget dong, ya, Gansist, apa itu ikan teri. Ikan...

Persiapan Ramadan di Makkah dan Madinah

Potlot.id -- Ramadan sudah sangat dekat, Mahkamah Ulya Arab Saudi menyerukan untuk mencari penampakan hilal pada kamis sore, 30 Sya’ban 1441 H. Masjidil Haram dan...